Banner

Rabu, 24 Agustus 2011

Persebaya Siap Pakai Pelatih Asing

SURABAYA - Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pahit karena ditinggal pelatih Aji Santoso yang memilih tangani tim nasional (timnas) U-23. Ketika kompetisi tinggal sebulan lagi, klub yang sebelumnya bernama Persebaya 1927 ini harus bersusah payah mencari pelatih baru.

Dalam pekan terakhir ini manajemen memang telah memikirkan sosok pelatih lokal yang dianggap ideal mengganti peran Aji Santoso. Namun upaya itu masih buntu karena manajemen Persebaya menilai stok pelatih lokal yang berpengalaman sangat terbatas.

"Itu menjadi kendala tersendiri. Ada pelatih lokal yang bagus, tapi mereka sudah mempunyai klub. Sedangkan di sisi lain ada pelatih yang belum dikontrak, tapi karakternya tak cocok untuk Persebaya," jelas Media Officer Persebaya Surabaya Ram Surachman.

Aji Santoso disebutnya sebagai pelatih yang pas dan cocok dengan karakter klub berjuluk Bajul Ijo. Selain bisa menegakkan disiplin, pelatih asal Malang itu juga bisa menjadi pengayom yang memahami karakter masing-masing pemain.

Manajemen pun menginginkan pelatih baru nantinya tak jauh dari karakter seperti itu. Kini Persebaya tengah mempertimbangan pemakaian pelatih asing, jika memang upaya mencari pelatih lokal tak membuahkan hasil.

"Sudah ada tawaran, yakni pelatih dari Portugal dan Brasil. Track record-nya cukup bagus, hanya saja mereka belum ke Indonesia. Kalau memang cocok, bisa saja kita memakai pelatih asing karena dulu Persebaya juga terbukti sukses saat dilatih Jacksen (Tiago)," lanjut Ram.

Sejatinya Bajul Ijo sudah cukup mapan bersama Aji Santoso selama putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI). Tanpa banyak melakukan transfer, kecuali pemain asing, Aji mampu memaksimalkan kekuatan yang ada untuk meraih juara paruh musim LPI.

Klub sendiri sebelumnya berhasrat tetap memakai tenaga mantan wing back nasional tersebut. Sayangnya Aji lebih menerima tawaran PSSI untuk melatih timnas U-23 bersama Rahmad Darmawan dengan alasan ingin mencari tantangan baru.

Rumor yang berkembang, Aji memilih timnas karena kecewa kerja kerasnya di Persebaya terbuang percuma. Maklum, setelah jatuh-bangun sepanjang putaran pertama dan menjadi pemimpin klasemen, ternyata kompetisi terhenti begitu saja.

Namun Aji buru-buru menampik rumor tersebut. "Saya bekerja dengan profesional di Persebaya. Saya sangat menaikmatinya. Tapi tawaran di timnas memang sangat menantang karena saya bisa belajar dan mendapat pengalaman lebih banyak lagi," cetus Aji.

Ditulis Oleh : Group One Hari: Rabu, Agustus 24, 2011 Kategori:

0 Komentar:

Poskan Komentar